Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

SAMARINDA, KALTIMTARANOW — Dugaan tindakan pelecehan seksual yang dialami seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat perhatian di Posko KKN UINSI Samarinda. Korban mengaku mengalami tindakan yang tidak diinginkan sebanyak tiga kali dan menyebut terduga pelaku merupakan perempuan yang dikenalnya serta memiliki posisi sebagai ketua rayon dalam organisasi kemahasiswaan.

Keterangan korban menyebut dugaan tindakan tersebut terjadi dalam situasi dan tempat berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung di sebuah posko ketika korban berada di dalam kamar bersama terduga pelaku.

Saat itu, korban mengaku sedang dalam kondisi kurang baik karena menstruasi, mengalami sakit perut, dan menangis akibat persoalan pribadi. Dalam situasi tersebut, korban menyebut terduga pelaku melakukan sentuhan pada bagian tubuhnya, termasuk area bokong hingga mendekati organ intim.

Korban menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan batas kenyamanan dirinya. Meski disebut dilakukan dengan alasan berupaya menenangkan korban, ia mengaku tidak pernah memberikan persetujuan atas sentuhan tersebut.

Dugaan kedua disebut terjadi ketika korban tengah memasak pada malam hari. Korban mengaku kembali mendapat perlakuan fisik yang tidak diinginkan pada bagian tubuh sensitif. Ia kemudian berteriak dan menegur terduga pelaku.

Menurut korban, respons yang diterimanya saat itu justru berupa senyuman. Korban juga menyebut terdapat percakapan setelah kejadian yang menurutnya mengandung muatan seksual dan membuat dirinya semakin tidak nyaman.

Sementara itu, dugaan kejadian ketiga berlangsung ketika korban bersama sejumlah peserta lainnya memproduksi konten after movie kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Saat peserta berdiri dalam barisan untuk proses pengambilan gambar, korban mengaku kembali mengalami sentuhan pada bagian bokong. Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung ketika terduga pelaku berada di sampingnya.

Korban juga menyampaikan bahwa proses pengambilan gambar pada saat itu menggunakan kamera sehingga dugaan kejadian tersebut disebut memiliki dokumentasi yang dapat diperiksa lebih lanjut untuk kepentingan klarifikasi.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian karena melibatkan sesama kader organisasi. Ketua HMI Komisariat Syariah UINSI, Mirna, menilai setiap kader perlu memahami batas personal dan menghormati kenyamanan orang lain, terlepas dari hubungan pertemanan maupun posisi dalam organisasi.

“Hubungan sesama perempuan semestinya menjadi ruang untuk saling menjaga. Karena itu, setiap orang tetap harus memahami batas tubuh dan kenyamanan orang lain agar tidak muncul pengalaman yang justru merugikan atau menyakiti,” ujarnya.

Menurutnya, perilaku yang membuat seseorang merasa terganggu tidak seharusnya dikesampingkan dengan alasan bercanda. Ia mendorong adanya sikap terbuka dari pihak-pihak yang terlibat untuk melihat persoalan tersebut secara serius. Terlebih hal tersebut terjadi saat pelaksanaan KKN.

“Ketika sebuah tindakan sudah membuat seseorang merasa tidak nyaman, persoalannya tidak tepat jika kemudian dianggap sekadar candaan. Perlu ada kesediaan untuk mengevaluasi kejadian dan memberikan klarifikasi secara terbuka,” katanya.

Mirna menambahkan, organisasi juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang memungkinkan kader menyampaikan persoalan tanpa merasa tertekan. Namun, proses pendampingan korban menurutnya harus berjalan beriringan dengan mekanisme klarifikasi yang objektif.

“Kader yang merasa menjadi korban tentu perlu mendapatkan tempat untuk menyampaikan apa yang dialaminya dan memperoleh pendampingan. Pada saat yang sama, penanganannya harus tetap berimbang dan mengacu pada fakta serta aturan yang berlaku,” jelasnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi organisasi untuk memperkuat edukasi mengenai persetujuan, batas personal, serta pencegahan kekerasan seksual.

“Kami ingin lembaga tidak hanya menjadi ruang pengembangan intelektual dan kaderisasi, tetapi juga mampu memberikan rasa aman bagi seluruh anggotanya,” tandasnya. (red)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dari Tarakan, Rija Aulia Bawa Semangat Bahasa hingga Jadi Ibu Lurah Nasional

Dari Tarakan, Rija Aulia Bawa Semangat Bahasa hingga Jadi Ibu Lurah Nasional

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat