KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus membahas gagasan yang dapat dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan di tengah masyarakat.
Inisiator kegiatan, Mitra Setiawan, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mempertemukan mahasiswa Muara Badak yang selama ini menjalani aktivitas akademik maupun organisasi di tempat berbeda.
Menurutnya, perbedaan lingkungan kampus dan organisasi tidak semestinya membuat mahasiswa berjalan sendiri-sendiri. Justru, keberagaman pengalaman dapat menjadi sumber gagasan yang saling melengkapi.
“Yang ingin kami bangun adalah ruang komunikasi antarmahasiswa. Dari sini kita bisa saling bertukar pengalaman, melihat persoalan di Muara Badak dari berbagai sudut pandang, kemudian mencari hal-hal yang bisa dikerjakan bersama,” kata Mitra.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan cair. Sejumlah isu yang berkaitan dengan pendidikan, kepemudaan, pengembangan sumber daya manusia hingga kontribusi sosial menjadi bagian dari pembahasan.
Pertemuan ini juga diarahkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi kelompok yang aktif menyampaikan gagasan, tetapi mampu mengubah ide tersebut menjadi kegiatan yang memiliki dampak langsung.
Semangat tersebut sejalan dengan tema yang diangkat, yakni “Dari Silaturahmi Lahir Kolaborasi, Dari Ide Lahir Aksi”.
Mitra berharap forum serupa dapat terus berlanjut dan menjadi embrio terbentuknya jejaring mahasiswa Muara Badak yang lebih solid. Dengan komunikasi yang terjaga, berbagai potensi mahasiswa dari lintas kampus dan organisasi dapat dipertemukan dalam kegiatan yang lebih konkret.
“Harapannya, setelah pertemuan ini ada komunikasi yang terus berjalan. Jangan sampai selesai ketika acara selesai, tetapi justru menjadi awal untuk melahirkan kolaborasi dan kegiatan yang bermanfaat bagi Muara Badak,” pungkasnya. (zhr/red)