Dugaan Intimidasi Warnai Liputan Aksi 21 April, Wartawati Kehilangan Data Usai Ponsel Dirampas

Dugaan Intimidasi Warnai Liputan Aksi 21 April, Wartawati Kehilangan Data Usai Ponsel Dirampas

SAMARINDA – Seorang jurnalis perempuan berinisial MS mengaku mengalami tindakan tidak menyenangkan saat meliput Aksi 21 April 2026 di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa sore.

Ia menyebut telepon genggam miliknya dirampas oleh sejumlah petugas, disertai penghapusan data liputan yang telah dikumpulkan.

Dikutip dari Bekesah.co peristiwa tersebut, menurut MS, terjadi sekitar pukul 16.30 Wita ketika situasi di dalam area kantor gubernur relatif kondusif. Ia mengaku dapat masuk ke lokasi bersama beberapa pihak lain tanpa kendala berarti.

Saat berada di lantai satu Gedung B, tepatnya di area Kesbangpol, MS berniat beristirahat sejenak sambil mengisi daya baterai ponselnya.

Namun, keberadaannya di lokasi tersebut beberapa kali mendapat teguran dari petugas keamanan yang melarang aktivitas dokumentasi.

“Awalnya mereka hanya mengingatkan. Saya sudah jelaskan kalau hanya numpang mengisi daya, tidak melakukan apa-apa,” ujar MS.

Situasi mulai berubah ketika MS hendak makan. Ia kembali didatangi petugas yang menuding dirinya melakukan perekaman di area tersebut.

Tuduhan itu dibantahnya. MS menjelaskan bahwa ia hanya sempat merekam beberapa detik sebagai bentuk antisipasi karena merasa tidak nyaman.

“Saya hanya ambil klip singkat, sekadar memperlihatkan kondisi lobi dan ada petugas yang mendekati saya. Tapi mereka mengira saya merekam identitas mereka,” tuturnya.

Tak lama berselang, tiga orang yang diduga merupakan petugas keamanan mendatanginya.

Dalam situasi yang berlangsung cepat, ponsel milik MS disebut langsung diambil secara paksa. Ia mengaku sempat berusaha mempertahankan perangkat tersebut, namun tidak berhasil.

“Mereka datang bertiga dan langsung mengambil ponsel saya. Jujur, saya merasa dipermalukan, seperti diperlakukan sebagai pelaku kejahatan,” katanya.

Tidak berhenti di situ, MS juga mengungkapkan bahwa sejumlah file dokumentasi di dalam ponselnya turut dihapus. Ia menyebut petugas membuka galeri, memeriksa folder, hingga menghapus data secara menyeluruh, termasuk file yang sudah berada di folder sampah.

Akibat kejadian tersebut, MS mengaku mengalami syok dan tekanan psikologis. Ia juga kesulitan menjalankan tugas jurnalistiknya, terutama dalam mengirimkan laporan tepat waktu ke redaksi.

“Saya masih bingung dan terpukul. Di satu sisi saya mengalami kejadian ini, di sisi lain saya harus tetap menjalankan pekerjaan,” pungkasnya. (*)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Turnamen Biliar PWI Kaltim Jadi Ruang Kebersamaan, 64 Peserta Ikut Bertanding

Turnamen Biliar PWI Kaltim Jadi Ruang Kebersamaan, 64 Peserta Ikut Bertanding

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim