Netralitas Sekolah Dipertanyakan, Wapresma DEMA UINSI Ingatkan Bahaya Intervensi Politik

Netralitas Sekolah Dipertanyakan, Wapresma DEMA UINSI Ingatkan Bahaya Intervensi Politik

SAMARINDA – Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UINSI Samarinda, Mia Aulia Rohmah, menyuarakan kekhawatirannya terhadap dugaan masuknya kepentingan kampanye ke dalam lingkungan pendidikan di Kalimantan Timur.

Ia menilai, kondisi tersebut berpotensi merusak prinsip dasar netralitas sekolah sebagai ruang pembelajaran.

“Sekolah harus tetap netral. Ketika program yang masuk ke lingkungan pendidikan mengandung unsur kampanye, maka itu merupakan penyimpangan dari tujuan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Mia, program yang dihadirkan pemerintah semestinya berfokus sepenuhnya pada peningkatan mutu pendidikan, bukan justru dimanfaatkan sebagai sarana kepentingan politik praktis.

Ia menilai adanya kecenderungan kaburnya batas antara kegiatan edukatif dan agenda politik yang kini mulai terasa di dunia pendidikan.

“Pemerintah seharusnya membawa nilai pencerdasan, bukan justru membuka ruang kampanye di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Lebih jauh, Mia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kritis, berintegritas, serta mampu bersaing.

Oleh karena itu, ia menilai penting untuk menjaga sekolah tetap independen dan bebas dari segala bentuk intervensi politik.

Ia juga mengingatkan bahwa jika fenomena ini terus dibiarkan, maka esensi pendidikan bisa tergerus. Sekolah, yang seharusnya menjadi tempat berkembangnya pemikiran objektif, berisiko berubah fungsi.

“Sekolah tidak lagi menjadi tempat tumbuhnya pemikiran objektif, tetapi bisa bergeser menjadi alat legitimasi kepentingan tertentu,” katanya.

Selain itu, Mia menyoroti potensi tekanan yang dapat dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kebebasan berpikir dan bersikap di lingkungan sekolah.

“Netralitas pendidikan adalah harga mati. Sekolah tidak boleh dijadikan panggung kampanye dalam bentuk apa pun,” tandasnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat lebih selektif dan memastikan bahwa setiap program yang masuk ke lingkungan pendidikan benar-benar bertujuan untuk mencerdaskan, sehingga independensi sekolah sebagai ruang akademik tetap terjaga. (*)

You might also like
Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Samarinda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Samarinda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

19 Tim Alumni Turun ke Lapangan, MAN Generation Cup 2026 Jadi Simbol Reuni Besar Keluarga MAN Berau

19 Tim Alumni Turun ke Lapangan, MAN Generation Cup 2026 Jadi Simbol Reuni Besar Keluarga MAN Berau

Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang

Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang

1 Juni: Pancasila dan Kesadaran Peradaban Bangsa

1 Juni: Pancasila dan Kesadaran Peradaban Bangsa

Aksi Mahasiswa di Samarinda Ricuh, PPP Kaltim Kecam Pembakaran Bendera Partai

Aksi Mahasiswa di Samarinda Ricuh, PPP Kaltim Kecam Pembakaran Bendera Partai

Bukan Pembahasan Belum Selesai, tapi Sosialisasi Masih Belum Masif Jadi Potensi Konflik

Bukan Pembahasan Belum Selesai, tapi Sosialisasi Masih Belum Masif Jadi Potensi Konflik