Terjadi di Berau, Kohati Badko HMI Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Anak Disabilitas di Kaltim

Terjadi di Berau, Kohati Badko HMI Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Anak Disabilitas di Kaltim
Bidang Kajian dan Advokasi Kohati Badko HMI Kaltimtara, Adia Lestari (dok.pribadi)

SAMARINDA – Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara mengecam keras dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, yang diduga dilakukan oleh seorang pengajar keagamaan sekaligus tenaga pendidik.

Kasus ini menjadi ironi besar ketika ruang pendidikan dan lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi ruang terjadinya kekerasan terhadap kelompok rentan.

Kasus tersebut bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA). Kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi salah satu bentuk kekerasan tertinggi di Indonesia.

Anak perempuan dan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang paling rentan karena keterbatasan akses perlindungan, hambatan komunikasi, hingga minimnya sistem pengawasan yang inklusif.

Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara menilai bahwa meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan lemahnya sistem perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya di lingkungan pendidikan.

Situasi ini semakin memprihatinkan ketika pelaku berasal dari pihak yang memiliki posisi kepercayaan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Bidang Kajian dan Advokasi Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara, Adia Lestari.

Dirinya menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak dan penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa.

“Kasus ini menunjukkan bahwa ruang yang selama ini dianggap aman bagi anak ternyata belum sepenuhnya memberikan perlindungan,” ungkapnya, Selasa (12/5/2026).

Ditambahkannya bahwa jetika tenaga pendidik diduga menjadi pelaku, maka yang dipertanyakan bukan hanya individu. Namun, bagaimana lembaga yang menaunginya.

“Kita bukan hanya menanyakan kepada individu terduga pelaku, tapi juga lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa negara dan institusi pendidikan tidak boleh hanya hadir setelah kasus mencuat ke publik. Perlindungan terhadap anak dan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada slogan.

“Harus ada langkah konkret berupa pengawasan, edukasi, mekanisme pelaporan yang aman, serta keberpihakan penuh terhadap korban. Jangan sampai korban terus bertambah karena kelalaian sistem,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Kohati Badko HMI Kaltim-Kaltara menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  2. Mendesak Dinas Pendidikan dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan tenaga pendidik serta keamanan lingkungan sekolah, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus.
  3. Menuntut adanya pendampingan psikologis, hukum, dan sosial yang maksimal terhadap korban dengan pendekatan ramah anak dan ramah disabilitas.
  4. Mendorong pemerintah daerah membangun sistem pelaporan dan perlindungan yang aman, inklusif, dan mudah diakses bagi korban kekerasan seksual.
  5. Mengajak masyarakat untuk berhenti menyalahkan korban dan bersama-sama membangun lingkungan yang aman bagi anak dan kelompok rentan.

Pihaknya pun menyampaikan bahwa kekerasan seksual terhadap anak dan penyandang disabilitas merupakan kejahatan serius yang berdampak panjang terhadap kehidupan korban. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku, terlebih apabila dilakukan oleh pihak yang memiliki kuasa dan kepercayaan di tengah masyarakat.

“Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak adalah bukti bahwa perlindungan terhadap kelompok rentan masih lemah. Negara dan institusi pendidikan harus bertanggung jawab menghadirkan ruang aman bagi setiap anak,” tandasnya. (*)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim