Sorotan Tajam ke DPRD Kaltim, Hak Angket Dinilai Tak Perlu Menunggu Interpelasi

Sorotan Tajam ke DPRD Kaltim, Hak Angket Dinilai Tak Perlu Menunggu Interpelasi

SAMARINDA – Pandangan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Husni Fahruddin, yang menyebut penggunaan hak angket harus diawali dengan interpelasi, menuai kritik.

Akademisi hukum tata negara UNMUL Samarinda, Herdiansyah Hamzah menilai pendapat tersebut sebagai kekeliruan dalam memahami mekanisme pengawasan dewan.

Menurutnya, tidak ada ketentuan yang mewajibkan interpelasi sebagai prasyarat sebelum hak angket digunakan. Ia menegaskan bahwa persoalan yang menjadi sorotan publik saat ini sudah cukup jelas dan tidak memerlukan tahapan tambahan untuk sekadar meminta penjelasan.

Isu yang dipermasalahkan mencakup sejumlah kebijakan yang dianggap kurang peka terhadap kondisi masyarakat, seperti renovasi rumah dinas dan pengadaan kendaraan mewah. Selain itu, muncul pula dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), termasuk penempatan orang-orang dekat kepala daerah pada jabatan strategis.

“Jika substansinya sudah terang, apa lagi yang perlu diinterpelasikan? Hak angket adalah instrumen penyelidikan, sedangkan interpelasi hanya sebatas permintaan keterangan. Ketika fakta-fakta sudah terbuka, bahkan tercantum dalam APBD, pemanggilan untuk klarifikasi menjadi tidak relevan,” ujar Herdiansyah, yang akrab disapa Castro, Selasa (21/4/2026) dikutip dari Kaltimpost.

Ia juga mengkritik sikap DPRD yang dinilai justru menunjukkan keraguan dalam mengambil langkah tegas. Kebijakan yang kini dipersoalkan, seperti renovasi rumah dinas dan pengadaan kendaraan, disebutnya sudah nyata terjadi dan bahkan telah melalui persetujuan dewan sendiri.

“Situasinya sudah sangat jelas, seperti fenomena yang tak bisa lagi disembunyikan. Publik pun telah mengetahuinya. Namun, dewan justru masih berkutat pada upaya mencari penjelasan, alih-alih segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan persoalan,” pungkasnya. (*)

You might also like
Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Samarinda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Samarinda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

19 Tim Alumni Turun ke Lapangan, MAN Generation Cup 2026 Jadi Simbol Reuni Besar Keluarga MAN Berau

19 Tim Alumni Turun ke Lapangan, MAN Generation Cup 2026 Jadi Simbol Reuni Besar Keluarga MAN Berau

Bankeu Kaltim Rp222 Miliar Masuk APBD Berau 2026, Pemanfaatan Tunggu Keputusan Gubernur

Bankeu Kaltim Rp222 Miliar Masuk APBD Berau 2026, Pemanfaatan Tunggu Keputusan Gubernur

Sinyal Keterwakilan Buruh di Kabinet Menguat, Istana Buka Peluang Said Iqbal Bergabung

Sinyal Keterwakilan Buruh di Kabinet Menguat, Istana Buka Peluang Said Iqbal Bergabung

Dadan Hindayana Resmi Dicopot, Presiden Tunjuk Nahkoda Baru BGN

Dadan Hindayana Resmi Dicopot, Presiden Tunjuk Nahkoda Baru BGN

Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang

Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang