
Sadewa Marine secara resmi membuka rute transportasi laut strategis yang menghubungkan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dengan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Kehadiran layanan ini menjadi jawaban atas tantangan mobilitas antarprovinsi serta diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah Bumi Batiwakkal.
BERAU, KALTIMTARANOW – Akses transportasi laut yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kini semakin terbuka lebar. Sadewa Marine secara resmi mengoperasikan armada speedboat untuk rute Kabupaten Berau menuju Kota Tarakan. Langkah ini dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah maritim lokal, mengingat perjuangan untuk menghadirkan rute ini telah dimulai sejak tahun 2007.
Ketua Forum Komunitas Maritim Berau (FKMB), Hasanul Batubara, mengungkapkan bahwa pembentukan forum tersebut didasari oleh keprihatinan atas sulitnya akses administrasi di masa lalu.
“Kami konsisten sejak tahun 2007. Forum ini dibentuk karena keprihatinan kami, semua urusan dulu harus ke Tarakan, mulai dari Imigrasi, Bea Cukai, hingga Karantina,” ujar Hasanul.
Ia menambahkan bahwa meski sempat terdampak pandemi COVID-19, semangat untuk membangun konektivitas maritim tetap kokoh demi kemajuan daerah.
Di sisi operasional, Owner Sadewa Marine Tarakan, Hj. Sri Eva, menegaskan bahwa pembukaan rute ini bukan sekadar mengejar profit bisnis, melainkan sebuah dedikasi untuk membantu masyarakat. Menurutnya, perjalanan darat antara kedua wilayah tersebut seringkali memakan waktu dan melelahkan.
“Kami ingin membantu masyarakat Tarakan dan Berau. Perjalanan darat itu cukup merepotkan. Sebagai pengusaha transportasi laut, kami harus menyediakan akses yang lebih baik,” jelas Hj. Sri Eva.
Menjawab tantangan cuaca di perairan Kalimantan, Sadewa Marine memperkenalkan inovasi pada desain lambung kapal. Armada ini dirancang oleh arsitek khusus dengan kemampuan memecah ombak yang lebih efektif. Hal ini menjamin stabilitas kapal sehingga penumpang tetap merasa nyaman dan aman meski menghadapi gelombang besar.
“Sadewa punya cetakan dengan arsitek khusus untuk memecah ombak. Jadi walaupun ombak besar, kapal tetap nyaman dan aman. Kalau dulu mungkin oleng kanan-kiri, sekarang kita sudah inovasi,” tambahnya.
Selain mobilitas penduduk, rute ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pariwisata, khususnya bagi wisatawan yang ingin menuju Kepulauan Derawan. Saat ini, armada Sadewa melayani rute dari Tanjung Redeb menuju Tarakan dengan titik singgah di Tanjung Selor untuk menjemput penumpang.
Konektivitas yang lebih baik ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.