Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang

Ketua KNPI Samarinda Ajak Publik Menilai Terowongan dari Dampak Nyata, Bukan Polemik yang Berkembang

SAMARINDA, KALTIMTARANOW — Ketua KNPI Kota Samarinda, Roni Hidayatullah, mengajak masyarakat untuk melihat berbagai proyek pembangunan daerah secara lebih objektif dengan menempatkan manfaat publik sebagai ukuran utama. Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun penilaian terhadap sebuah pembangunan sebaiknya didasarkan pada data, fakta, serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

Roni menilai, sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa banyak terobosan besar yang pada awal kemunculannya menuai keraguan bahkan penolakan. Namun seiring waktu, inovasi-inovasi tersebut justru terbukti memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat.

Ia merujuk pada teori Diffusion of Innovations yang dikemukakan Everett Rogers, yang menjelaskan bahwa hampir setiap perubahan atau inovasi umumnya akan menghadapi resistensi sebelum akhirnya diterima secara luas oleh publik. Fenomena tersebut, kata dia, dapat ditemukan dalam berbagai tonggak sejarah dunia maupun nasional.

Pengembangan sistem penerangan listrik oleh Thomas Edison, perjuangan Wright Brothers menghadirkan teknologi pesawat terbang, hingga langkah B.J. Habibie membangun industri dirgantara Indonesia merupakan beberapa contoh inovasi yang sempat diragukan sebelum akhirnya diakui sebagai pencapaian penting.

Dalam konteks Samarinda, ia melihat berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun juga menghadapi dinamika serupa.

“Kita lihat berbagai kebijakan, mulai dari penanganan banjir, penataan kawasan perkotaan, Program Pro Bebaya, hingga pembangunan Terowongan Samarinda, tidak lepas dari sorotan dan perdebatan publik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Kehadiran media massa dan media sosial, menurutnya, berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial yang membantu memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tetap berlandaskan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Andi Harun telah membuktikan bahwa kerja nyata adalah jawaban terbaik atas berbagai perdebatan.

“Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi dan objektivitas. Media pers dan media sosial memiliki peran strategis untuk mengawal pembangunan secara kritis, faktual, dan bertanggung jawab demi kemajuan Samarinda,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif berbagai unsur masyarakat. Peran media, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga kelompok masyarakat sipil dinilai penting dalam mengawal proses pembangunan agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

Terkait pembangunan Terowongan Samarinda, Roni berpandangan bahwa proyek tersebut perlu dievaluasi berdasarkan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan polemik yang berkembang selama proses pelaksanaannya.

Menurutnya, hampir semua proyek besar akan menghadapi kritik dan perbedaan pandangan. Namun pada akhirnya, manfaat nyata yang dirasakan publik akan menjadi tolok ukur paling objektif dalam menilai keberhasilan sebuah pembangunan.

Pihaknya menambahkan bahwa yang dibutuhkan Samarinda hari ini adalah semangat kolaborasi untuk mengawal pembangunan secara konstruktif.

“Kritik harus tetap hidup dalam demokrasi, tetapi harus berjalan beriringan dengan objektivitas, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama,” tutupnya. (red)

You might also like
Dadan Hindayana Resmi Dicopot, Presiden Tunjuk Nahkoda Baru BGN

Dadan Hindayana Resmi Dicopot, Presiden Tunjuk Nahkoda Baru BGN

Warga Titip Harapan Baru kepada Parsudi di LPM Gunung Panjang

Warga Titip Harapan Baru kepada Parsudi di LPM Gunung Panjang

Air Bersih Masih Jadi PR di Tanjung Batu, Warga Terpaksa Andalkan Sumur Bor untuk Kebutuhan Harian

Air Bersih Masih Jadi PR di Tanjung Batu, Warga Terpaksa Andalkan Sumur Bor untuk Kebutuhan Harian

Aksi Mahasiswa di Samarinda Ricuh, PPP Kaltim Kecam Pembakaran Bendera Partai

Aksi Mahasiswa di Samarinda Ricuh, PPP Kaltim Kecam Pembakaran Bendera Partai

Bukan Pembahasan Belum Selesai, tapi Sosialisasi Masih Belum Masif Jadi Potensi Konflik

Bukan Pembahasan Belum Selesai, tapi Sosialisasi Masih Belum Masif Jadi Potensi Konflik

Lindungi Masyarakat Adat, Perusahaan Diharap Rangkul BUMK

Lindungi Masyarakat Adat, Perusahaan Diharap Rangkul BUMK