KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri turun tangan dalam penanganan kasus dugaan narkoba yang menyeret Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP Yohanes Bonar Adiguna (YBA). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengembangan penyidikan sekaligus mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik perkara tersebut.
Kasus yang saat ini ditangani Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur itu mendapat perhatian serius dari Mabes Polri. Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan intensif terhadap proses penyidikan yang berjalan.
“Penanganan kasus tersebut oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim akan dilakukan pemantauan secara intensif oleh jajaran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri,” ujarnya dikutip dari detiknews.
Menurut Eko, keterlibatan Bareskrim bukan untuk mengambil alih perkara, melainkan memberikan dukungan dalam proses pengembangan kasus. Hal itu dinilai penting agar seluruh jaringan yang berkaitan dengan dugaan peredaran narkotika dapat diungkap secara menyeluruh.
“Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan melakukan back up penanganan kasus tersebut untuk kepentingan pengembangan kasus,” katanya.
AKP Yohanes Bonar Adiguna diketahui diamankan pada awal Mei 2026 terkait dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba. Hingga kini, perwira yang belum lama menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kukar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kaltim.
Mabes Polri menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Langkah pengawasan dan asistensi yang dilakukan Bareskrim disebut sebagai bagian dari upaya menjaga integritas institusi sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan profesional.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto membenarkan adanya penanganan terhadap AKP YBA. Namun, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci peran maupun modus yang diduga dilakukan karena proses penyidikan masih terus berjalan.
“Kasus ini masih dalam pengembangan,” singkatnya.
Kasus tersebut menambah daftar aparat kepolisian yang tersandung perkara narkotika dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Bareskrim Polri juga menangani kasus yang melibatkan mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat terkait dugaan jaringan bandar narkoba di Kalimantan Timur. (*)