Guru di Berau Diamankan, Polres Dalami Dugaan Pelecehan terhadap Siswa Disabilitas

Guru di Berau Diamankan, Polres Dalami Dugaan Pelecehan terhadap Siswa Disabilitas

BERAU — Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Berau mengamankan seorang tenaga pendidik yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak berkebutuhan khusus di sebuah sekolah di Kecamatan Tanjung Redeb.

Penangkapan dilakukan pada Senin malam, 5 Mei 2026, di kawasan Tanjung Redeb. Saat ini, penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta menggali latar belakang tindakan terduga pelaku.

Kanit PPA Satreskrim Polres Berau, Iptu Siswanto, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan terhadap korban tidak dapat dilakukan seperti penanganan kasus pada umumnya. Menurutnya, kondisi korban yang merupakan anak disabilitas membuat penyidik harus menerapkan metode pendampingan khusus.

“Korban merupakan anak berkebutuhan khusus, sehingga tidak bisa diperiksa secara normal. Kami melakukan pendampingan khusus, termasuk menghadirkan penerjemah agar komunikasi dengan korban bisa berjalan dengan baik,” ujar Siswanto.

Polisi menyebut jumlah korban dalam kasus tersebut lebih dari satu orang. Beberapa di antaranya diketahui memiliki keterbatasan tertentu sehingga pemeriksaan dilakukan secara ekstra hati-hati dengan melibatkan pendamping.

“Untuk sementara ada beberapa korban, dan sebagian memiliki disabilitas khusus. Oleh karena itu, proses pemeriksaan kami lakukan dengan sangat hati-hati dan melibatkan pendamping,” katanya.

Kasus ini turut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, beredar informasi bahwa salah satu wali murid di Kecamatan Sambaliung memilih menghentikan sementara aktivitas sekolah anaknya setelah dugaan kasus tersebut mencuat ke publik.

Sebagai bentuk penanganan lanjutan, kepolisian berencana memberikan dukungan psikologis kepada para korban melalui tenaga profesional dan tim pendamping terkait.

“Nanti korban akan kami rujuk ke psikolog serta Tim Pelayanan dan Perlindungan (TP2) untuk mendapatkan pendampingan lanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait motif pelaku, pihak kepolisian mengaku masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan psikologis.

“Untuk motif masih kami dalami, nanti akan digali melalui pemeriksaan psikolog,” tutup Siswanto.
Hingga kini, penyidik Polres Berau masih terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan fakta dalam kasus tersebut terungkap secara menyeluruh. (*)

You might also like
Turnamen Voli Samarinda Seberang Perkuat Solidaritas dan Semangat Sportivitas Pemuda

Turnamen Voli Samarinda Seberang Perkuat Solidaritas dan Semangat Sportivitas Pemuda

Bareskrim Awasi Ketat Kasus Dugaan Narkoba yang Jerat Kasat Resnarkoba Kukar

Bareskrim Awasi Ketat Kasus Dugaan Narkoba yang Jerat Kasat Resnarkoba Kukar

Pelarian Pencuri Mobil Berakhir di Kelay, Polisi Ringkus Pelaku Kurang dari Lima Jam

Pelarian Pencuri Mobil Berakhir di Kelay, Polisi Ringkus Pelaku Kurang dari Lima Jam

Akademisi UINSI Ungkap Tantangan Politik di Balik Wacana Hak Angket DPRD Kaltim

Akademisi UINSI Ungkap Tantangan Politik di Balik Wacana Hak Angket DPRD Kaltim

Dapat Restu Pemkot dan Pemprov, HMI Cabang Samarinda Serius Bidik Tuan Rumah Kongres HMI Ke-33 Tahun 2026

Dapat Restu Pemkot dan Pemprov, HMI Cabang Samarinda Serius Bidik Tuan Rumah Kongres HMI Ke-33 Tahun 2026

MTQ Berau di Persimpangan: Anggaran atau Masa Depan Generasi?

MTQ Berau di Persimpangan: Anggaran atau Masa Depan Generasi?