TRC Sahabat PPA HAM And Partners Buka Posko Aduan Baru di Kasus Dugaan Pelecehan Siswa Disabilitas di Berau

TRC Sahabat PPA HAM And Partners Buka Posko Aduan Baru di Kasus Dugaan Pelecehan Siswa Disabilitas di Berau
Ketua Firma Hukum HAM And Partners, Hamzar (dok.pribadi)

BERAU — Penanganan dugaan pelecehan seksual terhadap anak disabilitas di sebuah sekolah kawasan Kecamatan Tanjung Redeb terus bergulir. Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, pendamping pelapor menilai kemungkinan munculnya korban lain masih sangat terbuka.

Firma Hukum HAM And Partners menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkara tersebut hingga tuntas. Menurut mereka, kasus yang melibatkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian serius serta perlindungan hukum yang maksimal bagi korban.

Ketua Firma Hukum HAM And Partners, Hamzar menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak disabilitas tidak bisa dipandang sebagai kasus biasa karena menyangkut kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra.

“Kami ingin memastikan seluruh korban memperoleh keadilan yang layak. Anak disabilitas merupakan kelompok rentan sehingga kasus seperti ini wajib mendapat pengawalan hukum secara serius,” ujar Hamzar, Kamis (7/5/2026).

Sebelumnya, aparat dari telah mengamankan seorang oknum guru yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap lebih dari satu murid disabilitas di sekolah tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami perkara untuk mengungkap motif serta kemungkinan adanya korban tambahan.

Hamzar mengatakan pihaknya membuka ruang pengaduan bagi masyarakat maupun wali murid yang merasa pernah mengalami atau mengetahui tindakan serupa. Ia memastikan identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya demi keamanan korban.

“Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan ataupun merasa pernah menjadi korban agar tidak ragu melapor. Firma Hukum HAM And Partners siap memberikan pendampingan dan memperjuangkan hak-hak korban,” tegasnya.

Selain pendampingan hukum, pihaknya juga membentuk tim khusus bernama . Tim tersebut difokuskan untuk membantu korban kekerasan seksual anak, termasuk memberikan dukungan kepada korban yang masih takut menyampaikan laporan.

Menurut Hamzar, tim itu akan bergerak dalam pendampingan hukum, perlindungan hak korban, hingga dukungan psikologis bagi anak-anak terdampak.

“Melalui TRC Sahabat PPA HAM And Partners, kami berkomitmen mengawal kasus-kasus serupa agar tidak ada pelaku kekerasan terhadap anak yang lolos dari proses hukum,” pungkasnya.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian guna mengungkap seluruh fakta dalam kasus tersebut secara menyeluruh.

You might also like
Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

Bidik 3-4 Kursi di 2029, PKB Berau Mulai Perkuat Struktur hingga Tingkat Kampung

Bidik 3-4 Kursi di 2029, PKB Berau Mulai Perkuat Struktur hingga Tingkat Kampung

PWI Kaltim Dorong Perlindungan Wartawan, BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Jadi Penopang Kesejahteraan

PWI Kaltim Dorong Perlindungan Wartawan, BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Jadi Penopang Kesejahteraan

Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara Soroti Alokasi APBD Kutim 2026 untuk Instansi Vertikal, Minta Transparansi dan Pengawasan KPK

Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara Soroti Alokasi APBD Kutim 2026 untuk Instansi Vertikal, Minta Transparansi dan Pengawasan KPK

Wabup Gamalis Sebut Kopi Liberika Berau Punya Potensi Besar, Ajak Semua Pihak Perkuat Hilirisasi

Wabup Gamalis Sebut Kopi Liberika Berau Punya Potensi Besar, Ajak Semua Pihak Perkuat Hilirisasi

Rudy Mas’ud: Masa Depan Kaltim Ditentukan Kualitas SDM, Pendidikan Gratis Jadi Prioritas Pemprov

Rudy Mas’ud: Masa Depan Kaltim Ditentukan Kualitas SDM, Pendidikan Gratis Jadi Prioritas Pemprov