SAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang digelar pada 21 April 2026 di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur berlangsung dengan tensi tinggi. Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat sipil dan mahasiswa menyuarakan aspirasi mereka terkait sejumlah isu daerah, mulai dari transparansi kebijakan hingga kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kalimantan Timur tampak hadir menemui massa aksi. Mereka bergantian menerima tuntutan dan mendengarkan orasi yang disampaikan dari atas mobil komando. Namun, ketidakhadiran Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.
Para demonstran menilai absennya pimpinan tertinggi legislatif daerah itu sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap suara rakyat. Dalam salah satu orasinya, seorang orator dengan tegas mengkritik sikap tersebut di hadapan massa aksi.
“Hari ini kita melihat bahwa Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud tidak mau menemui rakyatnya. Ini membuktikan bahwa pemimpin hari ini pengecut,” ujar orator tersebut disambut sorakan massa.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi beragam dari peserta aksi. Sebagian massa meneriakkan yel-yel tuntutan agar Ketua DPRD segera menemui mereka, sementara yang lain mendesak anggota dewan yang hadir untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada pimpinan mereka.
Di sisi lain, anggota DPRD yang hadir mencoba meredam situasi dengan menyatakan setuju terkait usulan hak angket. Mereka juga berjanji akan menjadwalkan pertemuan lanjutan guna membahas tuntutan yang diajukan.
Meski demikian, ketidakhadiran Ketua DPRD Kaltim dalam aksi tersebut meninggalkan catatan tersendiri bagi para demonstran. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu yang disuarakan dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan hingga mendapat respons langsung dari pimpinan DPRD.