Dua Dekade Pengabdian: Dinsos Kaltim Perkuat Kapasitas Tagana Sebagai Pilar Utama Ketangguhan Bencana

Dua Dekade Pengabdian: Dinsos Kaltim Perkuat Kapasitas Tagana Sebagai Pilar Utama Ketangguhan Bencana
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak

Memasuki usia ke-22 tahun, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalimantan Timur terus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam mitigasi dan penanganan darurat melalui serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas SDM yang komprehensif dan inklusif.

SAMARINDA, KALTIMTARANOW – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Provinsi Kalimantan Timur menjadi momentum krusial bagi penguatan fondasi kesiapsiagaan bencana di daerah. Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) secara strategis memanfaatkan tonggak sejarah ini untuk melakukan akselerasi peningkatan kompetensi personel Tagana, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai dinamika krisis dan bencana alam. Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah variabel paling menentukan dalam keberhasilan manajemen krisis di lapangan.

“Hari ini adalah momen HUT ke-22 tahun Tagana, yang artinya selama itu mereka mengabdi untuk ketangguhan negeri, sehingga kami bertekad terus memperkuat tim siaga ini,” ujar Andi Muhammad Ishak dalam keterangannya di Samarinda, Selasa.

Menurutnya, dedikasi yang telah ditunjukkan selama dua dekade terakhir harus diimbangi dengan pembaruan pengetahuan dan keterampilan teknis agar selaras dengan kompleksitas tantangan bencana modern. Penguatan SDM ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur saat situasi darurat terjadi.

Pelatihan yang diselenggarakan mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek logistik hingga manajemen manusia. Salah satu pilar utama dalam pelatihan ini adalah manajemen operasional dapur umum dan pengelolaan lokasi pengungsian. Standarisasi dapur umum menjadi vital karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas bencana. Personel dilatih untuk mengelola rantai pasok makanan secara higienis dan efisien dalam tekanan waktu yang tinggi. Namun, fokus pelatihan tidak berhenti pada logistik semata. Pembangunan kamp pengungsian yang layak, aman, dan berkelanjutan menjadi materi krusial yang ditekankan oleh Dinsos Kaltim.

Dalam konteks manajemen pengungsian, Andi Muhammad Ishak menyoroti pentingnya akurasi pendataan awal. Tagana dituntut memiliki kemampuan analitis dalam melakukan asesmen cepat terhadap kebutuhan pengungsi.

“Pendataan awal menjadi kunci dalam memastikan tempat pengungsian bebas dari potensi penyakit dan layak bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

Dengan data yang akurat, penyiapan lokasi pengungsian dapat memenuhi standar kesehatan dan keamanan internasional, sehingga meminimalkan risiko tambahan yang sering muncul di kamp-kamp darurat, seperti penyebaran penyakit menular atau sanitasi yang buruk.

Lebih lanjut, aspek kemanusiaan dalam penanganan bencana juga diperdalam melalui prinsip nondiskriminasi. Dinsos Kaltim memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan yang meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas. Pelayanan di pengungsian harus dirancang sedemikian rupa agar aksesibel dan aman bagi mereka. Hal ini mencakup penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas serta perlindungan khusus bagi anak-anak dari potensi trauma atau eksploitasi di lingkungan pengungsian.

Selain itu, sensitivitas terhadap potensi konflik sosial menjadi bagian dari kurikulum pelatihan. Mengingat pengungsi seringkali berasal dari latar belakang budaya yang beragam, personel Tagana dibekali dengan kemampuan mediasi dan pemahaman lintas budaya untuk mencegah terjadinya gesekan sosial di tengah situasi krisis.

Aspek yang tidak kalah penting dalam transformasi Tagana kali ini adalah penguatan dukungan psikososial (LDP). Dinsos Kaltim menyadari bahwa dampak bencana seringkali meninggalkan luka yang lebih dalam daripada kerusakan fisik.

“Pemulihan mental menjadi perhatian utama karena korban sering mengalami trauma, depresi, hingga gangguan kejiwaan pascabencana,” ungkap Andi.

Oleh karena itu, anggota Tagana kini dibekali dengan teknik dasar pendampingan psikologis untuk membantu korban mengembalikan keseimbangan emosional dan sosial mereka. Layanan ini bertujuan untuk memastikan penyintas tidak hanya bertahan hidup secara fisik, tetapi juga mampu bangkit kembali secara mental untuk menata masa depan mereka.

Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dengan semangat kolaborasi lintas sektoral. Dinsos Kaltim tidak bekerja sendirian; mereka menggandeng berbagai unsur seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Karang Taruna. Sinergi ini dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menghadapi skala bencana yang besar.

“Pelatihan penguatan selalu dilaksanakan secara kolaborasi dengan melibatkan puluhan peserta tangguh dari berbagai unsur,” tutup Andi.

Dengan integrasi berbagai keahlian dari instansi yang berbeda, diharapkan terbentuk sebuah ekosistem penanggulangan bencana yang solid dan responsif di Kalimantan Timur, menjadikan Tagana sebagai simbol ketangguhan dan kemanusiaan yang lebih profesional di masa depan. (*)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim