BERAU, KALTIMTARANOW – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 14-23 Agustus 2026 itu dikemas melalui sejumlah perlombaan olahraga dan permainan tradisional. Masyarakat dari berbagai kalangan turut dilibatkan untuk meramaikan suasana peringatan kemerdekaan di tingkat kelurahan.
Lurah Gunung Panjang, Sabaruddin, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat gotong royong di lingkungan kelurahan.
“Yang kami harapkan dari kegiatan ini bukan sekadar kemeriahan, tetapi bagaimana seluruh masyarakat bisa ikut terlibat dan merasakan semangat kemerdekaan bersama-sama,” ujar Sabaruddin.
Berbagai pertandingan telah disiapkan panitia. Mini Soccer U-15 menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan, kemudian disusul tenis meja. Selain olahraga, permainan khas perayaan kemerdekaan seperti tarik tambang dan balap karung juga turut digelar.
Menurut Sabaruddin, permainan tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menciptakan suasana yang lebih santai dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Selain pertandingan olahraga, kami sengaja memasukkan permainan tradisional agar suasana perayaan lebih beragam. Permainan seperti tarik tambang dan balap karung bisa menjadi hiburan sekaligus mempertemukan warga dalam suasana yang penuh kegembiraan,” katanya.
Ia menyebut penyelenggaraan tahun ini masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi jumlah peserta dan skala kegiatan. Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi tingkat partisipasi.
Meski demikian, pihak kelurahan bersama panitia tetap berupaya menjaga kualitas pelaksanaan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Kami menyadari kegiatan tahun ini belum sempurna. Namun, keterbatasan yang ada tidak boleh menghilangkan semangat untuk merayakan kemerdekaan. Kami tetap berusaha memberikan kegiatan yang terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengedepankan sikap sportif dan menjadikan setiap perlombaan sebagai sarana memperkuat persaudaraan. Baginya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam setiap pertandingan.
“Menang atau kalah itu bagian dari perlombaan. Yang lebih penting adalah menjaga sportivitas, saling menghargai dan membangun kekompakan antarwarga,” tuturnya.
Sabaruddin menambahkan, evaluasi akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menghadirkan perayaan kemerdekaan yang lebih meriah dan melibatkan lebih banyak masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapan kami, tahun depan pelaksanaannya bisa lebih baik, pesertanya lebih banyak dan kegiatan semakin meriah. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” pungkasnya. (zhr/red)