Dugaan KKN Gubernur Kaltim Mengemuka, PDB Nilai Ancam Kualitas Demokrasi

Dugaan KKN Gubernur Kaltim Mengemuka, PDB Nilai Ancam Kualitas Demokrasi
Sekretaris PDB Kaltim, Yusril Rosyid (dok.pribadi)

SAMARINDA — Isu dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menyeret Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terus menjadi perhatian publik. Polemik ini mencuat seiring gelombang aksi massa dan kritik berbagai kalangan terhadap sejumlah kebijakan serta dugaan keterlibatan keluarga dalam struktur pemerintahan.

Aksi demonstrasi besar yang terjadi pada 21 April dan 4 Mei 2026 di Samarinda menunjukkan tingginya keresahan masyarakat.

Ribuan massa menuntut evaluasi kepemimpinan serta penghentian praktik KKN dalam tata kelola pemerintahan daerah . Selain itu, isu dugaan nepotisme juga mencuat terkait penempatan kerabat dalam jabatan strategis dan relasi dengan organisasi tertentu.

Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Perisai Demokrasi (PDB) Kaltim, Yusril Rosyid, menilai dugaan KKN tidak bisa dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas demokrasi di daerah.

“Dugaan KKN yang timbul saat ini membuat banyak hal terganggu. Dari ketahanan demokrasi sampai kepada stabilitas politik. Sehingga urusan pemerintahan ini jangan sampai hanya menguntungkan satu pihak saja,” ujar Yusril kepada media, Senin (5/5/2026).

Ia menegaskan, demokrasi tidak hanya soal mekanisme pemilihan umum, tetapi juga soal akuntabilitas dan integritas pejabat publik setelah terpilih.

Menurutnya, legitimasi politik bisa tergerus jika praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip good governance dibiarkan.

“Ya kalau memang posisinya hari ini terpilih secara sah melalui pemilu maka jalankan seluruh tugas dan fungsi sesuai dengan apa yang sudah di atur, jangan sampai merusak demokrasi masyarakat Kaltim,” katanya.

Yusril juga menyoroti pernyataan gubernur yang menilai keterlibatan keluarga dalam jabatan publik tidak otomatis melanggar prinsip demokrasi selama melalui mekanisme yang sah. Namun, ia mengingatkan bahwa secara etika politik, hal tersebut tetap harus diuji secara kritis.

“Bukan tentang pelanggaran yang hari ini belum terlihat, tapi dampak jangka panjang dari pada keterlibatan keluarga ini yang akan merusak demokrasi kita sehingga stabilitas politiknya menjadi buruk,” tegasnya.

Ia mendorong lembaga pengawas dalam hal ini DPRD Kaltim untuk segera melakukan investigasi secara terbuka. Menurutnya, transparansi penanganan kasus menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

“Permasalahan ini juga sudah kita saksikan bersama dalam aksi Jilid 2 di Kantor DPRD Kaltim dan kita ketahui ada 6 fraksi yang sepakat untuk melakukan paripurna Pansus Hak Angket, ini untuk mencegah adanya hal hal yang tidak baik terjadi di pemerintah daerah,” bebernya.

Oleh karena itu, pria yang kerap dipanggil ocid ini sangat puas dengan keputusan DPRD tentang penggunaan hak angket guna melakukan penyelidikan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

“Saya sangat puas dan merasa lega karena DPRD Provinsi telah sepakat untuk menggulirkan Hak Angket ini guna menanggapi keresahan masyarakat yang ada tapi hal ini harus di kawal” pungkasnya. (*)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Pasca Putusan MK, Perjuangan Politik Perempuan Belum Usai

Pasca Putusan MK, Perjuangan Politik Perempuan Belum Usai

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim