
SAMARINDA – Respons Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, pasca aksi massa pada 21 April 2026 menuai kritik dari kalangan mahasiswa. Presiden BEM FISIP Universitas Mulawarman, Rossa Tri Rahmawati.B, menilai sikap pemerintah daerah tidak mencerminkan kepemimpinan yang responsif terhadap aspirasi publik.
Rossa menyebut ketidakhadiran gubernur dan wakil gubernur saat aksi berlangsung menjadi catatan serius. Ia menilai pejabat publik seharusnya hadir langsung untuk mendengarkan tuntutan masyarakat, bukan merespons melalui pernyataan tidak langsung.
“Bagi saya ada sikap dan langkah sebagai pejabat yang sangat bobrok dan buruk. Rudi dan Seno sebagai pejabat publik tidak sama sekali menemui massa aksi pada tanggal 21 April lalu,” ungkapnya.
“Kemudian hari ini direspons dengan video oleh gubernur dan belum ada respon oleh wakil gubernur,” sambungnya.
Ia juga menyoroti isi pernyataan gubernur yang dinilai terkesan meremehkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, respons tersebut justru memperkeruh situasi dan memicu kekecewaan publik yang lebih luas.
“Kedua, respon yang diberikan hari ini memberikan kesan yang menyepelekan aspirasi masyarakat, maka dari itu saya bilang ini sifat pejabat publik yang buruk,” bebernya.
Tak hanya itu, Rossa menilai terdapat kontradiksi antara pernyataan gubernur dengan fakta di lapangan. Ia menyinggung pernyataan sebelumnya yang menyebutkan kesiapan menerima masyarakat selama 24 jam.
“Nah soal itu saya rasa kontradiktif ya, dengan hasil wawancara bahwa ia siap menerima tamu selama 24 jam, tapi nyatanya pemimpin Kaltim hari ini hanya bisa membual. Jelas dan wajar kalau masyarakat marah hari ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, BEM FISIP Unmul menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu dan kebijakan pemerintah daerah, baik dari sisi eksekutif maupun legislatif.
Dirambahiannya bahwa langkah konkret akan terus ada untuk mengawal dan mengkritisi isu serta kebijakan hari ini, tidak hanya dari eksekutif tapi juga bagaimana fungsi legislatif berjalan.
“Sikap kami jelas, tidak ada kepentingan selain mengawal kebijakan sebagai bentuk kepedulian terhadap Kaltim,” tandasnya.
Dirinya juga memastikan bahwa aksi lanjutan akan digelar sebagai bentuk konsistensi mahasiswa dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. (*)