Turnamen Biliar PWI Kaltim Jadi Ruang Kebersamaan, 64 Peserta Ikut Bertanding

Turnamen Biliar PWI Kaltim Jadi Ruang Kebersamaan, 64 Peserta Ikut Bertanding

SAMARINDA, KALTIMTARANOW — Suasana kompetitif mewarnai Turnamen Deadline Headline Bola 9 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim) di De Ale Billiard, Samarinda. Namun, di balik pertandingan yang mempertemukan puluhan peserta tersebut, kegiatan ini membawa misi lebih besar untuk mempererat hubungan antara insan pers, pemerintah, perusahaan dan berbagai mitra lainnya.

Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung selama dua hari. Peserta tidak hanya berasal dari anggota PWI di berbagai wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga melibatkan perwakilan instansi pemerintah, lembaga pemasyarakatan dan perusahaan.

Ketua PWI Kaltim Billiard Club, Yudi Adi Prabowo, mengatakan turnamen tersebut digelar sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, olahraga menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang untuk berkumpul dan memperkuat hubungan. Karena itu, selain mengajak anggota PWI dari berbagai daerah, kami juga melibatkan mitra dari sejumlah instansi dan perusahaan agar silaturahmi yang selama ini terjalin bisa semakin erat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia menggunakan sistem double elimination. Artinya, peserta yang mengalami kekalahan pada pertandingan awal tidak langsung tersingkir dan masih memiliki kesempatan untuk kembali bertanding.

Yudi mengatakan sistem tersebut sengaja diterapkan agar peserta dapat menikmati pertandingan lebih lama. Baginya, tujuan utama turnamen bukan hanya menentukan siapa yang menjadi juara, melainkan menciptakan ruang interaksi antarpeserta.

“Menang dan kalah tentu menjadi bagian dari pertandingan, tetapi yang paling utama adalah kebersamaan. Dengan sistem ini, peserta yang kalah masih punya kesempatan bermain sehingga mereka juga memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan bersilaturahmi,” katanya.

Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Sejumlah pemain bahkan datang dari luar Samarinda, seperti Bontang dan Tenggarong, untuk mengikuti turnamen tersebut.

Menurut Yudi, kenyamanan tempat pertandingan juga memberikan kesan positif bagi para peserta. Hal itu menjadi salah satu dorongan agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.

“Respons dari teman-teman cukup baik. Peserta yang datang dari luar daerah juga menikmati kegiatan ini dan merasa nyaman selama mengikuti pertandingan,” tuturnya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan turnamen turut disampaikan Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono. Saat membuka kegiatan pada Jumat (28/8/2026) malam, ia menilai turnamen olahraga yang melibatkan berbagai unsur seperti ini patut terus dikembangkan.

Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang belum dapat hadir karena sedang berada di luar daerah.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan salam dari Gubernur serta Wakil Gubernur Kaltim. Mereka belum dapat hadir karena sedang menjalankan agenda di luar kota,” ujarnya.

Nidya berharap kegiatan olahraga dapat terus menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kegiatan positif seperti ini perlu terus dilanjutkan. Sinergi dengan pemerintah, stakeholder dan semua pihak yang ingin mendukung kegiatan positif harus terus dibangun,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menilai turnamen tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan wartawan.

Ia mengatakan, aktivitas jurnalistik yang padat membuat insan pers perlu memiliki ruang untuk menjaga kebugaran melalui kegiatan olahraga.

“Kami ingin teman-teman wartawan semakin menyadari pentingnya menjaga kondisi tubuh. Aktivitas pekerjaan cukup tinggi, sehingga olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet biliar di lingkungan wartawan Kaltim. Apalagi, kontingen Kaltim akan mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang direncanakan berlangsung di Lampung.

Ke depan, Yudi berharap Turnamen Deadline Headline Bola 9 dapat menjadi agenda tahunan dengan jangkauan peserta yang semakin luas.

“Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun. Kalau sekarang pesertanya 64 orang, mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah menjadi 128 peserta atau bahkan lebih. Yang paling penting, kebersamaan antara PWI dan seluruh mitra bisa terus terjaga,” pungkasnya. (Fur/Red)

You might also like
Karhutla Mengintai, Menhut Pastikan Habitat Orangutan di Berau Tetap Terjaga

Karhutla Mengintai, Menhut Pastikan Habitat Orangutan di Berau Tetap Terjaga

Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

PWI Kaltim Dorong Perlindungan Wartawan, BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Jadi Penopang Kesejahteraan

PWI Kaltim Dorong Perlindungan Wartawan, BPJS Ketenagakerjaan Dinilai Jadi Penopang Kesejahteraan

Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara Soroti Alokasi APBD Kutim 2026 untuk Instansi Vertikal, Minta Transparansi dan Pengawasan KPK

Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara Soroti Alokasi APBD Kutim 2026 untuk Instansi Vertikal, Minta Transparansi dan Pengawasan KPK

Wabup Gamalis Sebut Kopi Liberika Berau Punya Potensi Besar, Ajak Semua Pihak Perkuat Hilirisasi

Wabup Gamalis Sebut Kopi Liberika Berau Punya Potensi Besar, Ajak Semua Pihak Perkuat Hilirisasi

Rudy Mas’ud: Masa Depan Kaltim Ditentukan Kualitas SDM, Pendidikan Gratis Jadi Prioritas Pemprov

Rudy Mas’ud: Masa Depan Kaltim Ditentukan Kualitas SDM, Pendidikan Gratis Jadi Prioritas Pemprov