Kohati Berau Tegaskan Tidak Ada Ruang Kekerasan dan Pelecehan terhadap Perempuan dan Anak

Kohati Berau Tegaskan Tidak Ada Ruang Kekerasan dan Pelecehan terhadap Perempuan dan Anak

BERAU, KALTIMTARANOW – Ketua Korps HMI Wati (Kohati) HMI Cabang Berau, Siti Wulan Sari, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Berau.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, mental, sosial, hingga masa depan korban dalam jangka panjang.

Wulan menegaskan bahwa anak dan perempuan merupakan kelompok yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh serta ruang aman untuk tumbuh, belajar, bekerja, dan beraktivitas tanpa rasa takut.

Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan masih banyak perempuan dan anak hidup dalam bayang-bayang kekerasan, intimidasi, ancaman, hingga pelecehan seksual, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, ruang publik, maupun media digital.

“Kami melihat kondisi ini sebagai alarm serius bagi seluruh pihak bahwa upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau masih perlu diperkuat secara nyata, menyeluruh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai pencegahan kekerasan seksual tidak cukup dilakukan ketika kasus telah terjadi, melainkan harus dimulai melalui langkah preventif berupa edukasi, penguatan sistem perlindungan, dan pembangunan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Kohati Berau juga mendorong DPPKPB3A Kabupaten Berau untuk semakin memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam pencegahan, pendampingan korban, penanganan kasus, hingga pemulihan korban secara menyeluruh.

“Kami berharap DPPKPB3A dapat lebih masif melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual melalui sekolah, kampus, lingkungan keluarga, organisasi masyarakat, hingga media sosial,” jelasnya.

Selain itu, Kohati Berau juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi parenting bagi orang tua dan keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak.

Menurutnya, banyak kasus kekerasan terjadi akibat kurangnya pengawasan, komunikasi, dan pemahaman keluarga terkait perlindungan anak.

Ia juga meminta agar layanan pengaduan dan pendampingan korban dibuat lebih mudah diakses, cepat, aman, dan ramah korban.

Ditambahkannya bahwa tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, pelecehan, maupun pembiaran terhadap tindakan yang merusak masa depan generasi.

“Melindungi perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama demi masa depan Berau yang lebih aman, adil, dan manusiawi,” tutupnya. (Red)

You might also like
Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Kawasan Pariwisata Berau Jadi Perhatian, Kementerian Lingkungan Hidup Siapkan Bantuan Peralatan Sampah

Karhutla Mengintai, Menhut Pastikan Habitat Orangutan di Berau Tetap Terjaga

Karhutla Mengintai, Menhut Pastikan Habitat Orangutan di Berau Tetap Terjaga

Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

Dari Mini Soccer hingga Balap Karung, Gunung Panjang Meriahkan HUT RI ke-81

Bidik 3-4 Kursi di 2029, PKB Berau Mulai Perkuat Struktur hingga Tingkat Kampung

Bidik 3-4 Kursi di 2029, PKB Berau Mulai Perkuat Struktur hingga Tingkat Kampung

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim