Akhmad Reza Nilai Klarifikasi Gubernur Kaltim Belum Menyentuh Substansi

Akhmad Reza Nilai Klarifikasi Gubernur Kaltim Belum Menyentuh Substansi
Anggota DPRD Kaltim, Akhmad Reza Fahclevi (Humas DPRD Kaltim)

SAMARINDA – Polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kian mengerucut pada penyebutan nama Presiden RI Prabowo Subianto dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo. DPRD menilai, meski permintaan maaf telah disampaikan, inti persoalan justru belum disentuh secara tegas.

Dikutip dari Selasar.co Anggota DPRD Kaltim Fraksi Gerindra, Akhmad Reza Fahclevi, menyoroti pernyataan gubernur yang sebelumnya membandingkan relasi dirinya dengan sang adik dengan hubungan Prabowo dan Hashim. Menurutnya, penyebutan dua tokoh nasional tersebut memicu persepsi publik yang sensitif, terutama terkait isu nepotisme dan profesionalisme dalam lingkar kekuasaan.

“Saya mengapresiasi atas sikap muhasabah diri yang ditunjukkan gubernur dengan membuat permohonan maaf atas polemik publik. Namun, permintaan maaf yang tidak disertai pencabutan pernyataan sebelumnya saya anggap masih setengah hati,” ujar Reza.

Ia menegaskan, selama pernyataan yang menyeret nama Prabowo dan Hashim belum dicabut secara eksplisit, publik berhak mempertanyakan kesungguhan klarifikasi tersebut. Apalagi, permintaan maaf dinilai belum secara langsung ditujukan kepada pihak yang disebut.

“Klarifikasi yang baik bukan klarifikasi perasaan, tapi pemulihan etika publik dan kekuasaan oleh Gubernur Kaltim,” tegasnya.

Reza menilai, membawa nama Presiden RI dan keluarganya ke dalam konteks perbandingan relasi kekuasaan daerah merupakan langkah yang tidak tepat. Hal itu, kata dia, berpotensi menimbulkan tafsir keliru di tengah masyarakat dan mencederai etika komunikasi publik pejabat.

Di sisi lain, DPRD memastikan akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap komitmen gubernur pasca polemik ini. “Kami akan menjalankan fungsi pengawasan dewan terhadap poin-poin penting lainnya yang dijanjikan gubernur,” tambahnya.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud telah menyampaikan permohonan maaf melalui kanal resmi pemerintah provinsi. Ia mengakui pernyataannya menimbulkan penafsiran yang kurang tepat di publik.

“Terkait dengan pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya,” ungkap Rudy.

Ia menegaskan tidak ada niat untuk membandingkan pihak mana pun, termasuk Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo, dalam konteks yang tidak proporsional.

Namun demikian, DPRD menilai langkah lanjutan tetap diperlukan agar polemik benar-benar mereda dan kepercayaan publik dapat dipulihkan. (*)

You might also like
Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Politik Siapa yang Sedang Bermain dalam Persoalan Ijazah Gibran, DPR dan KPU di Persimpangan Jalan

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Dugaan Pelecehan Saat Pelaksanaan KKN UINSI Samarinda, HMI Syariah Angkat Bicara

Pasca Putusan MK, Perjuangan Politik Perempuan Belum Usai

Pasca Putusan MK, Perjuangan Politik Perempuan Belum Usai

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Lobi ke Kemenkes Berbuah Dukungan Rp150 Miliar, Fasilitas Kesehatan Berau Bakal Diperkuat

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Enam Dekade KOHATI dan Tantangan Menerjemahkan NDP di Era Perubahan

Recent
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Breaking News!!! 6 dari 7 Fraksi Sepakat Pembentukan Pansus Hak Angket, Paripurna menjadi Penentu
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Arogansi Aparat Disorot, PMII Unmul Kecam Tindakan Represif dan Angkat Isu Ketimpangan di Kaltim
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Dari Disertasi Terbaik ke Ruang Skripsi Hukum, Dr. Jamhari Gaungkan Demokrasi Berkeadilan
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Intimidatif Kerja Jurnalistik di Aksi 21 April, Koalisi Pers Kaltim Suarakan Pelanggaran Serius Kebebasan Pers
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Wacana Hak Angket Menguat, DPRD Kaltim Tekankan Fungsi Pengawasan
Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

Dari Forum Mahasiswa, Muara Badak Dorong Gagasan Bersama Jadi Gerakan Nyata

KUTAI KARTANEGARA, KALTIMTARANOW — Sekelompok mahasiswa asal Muara Badak, Kutai Kartanegara, membuka ruang komunikasi lintas kampus dan organisasi untuk membicarakan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ruang temu tersebut dikemas melalui kegiatan “Ngobrol Ide dan Silaturahmi Mahasiswa se-Muara Badak” yang berlangsung pada 14 September 2026. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus […]

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Suahasil Nazara Resmi Pimpin Kemenkeu, APBN Sehat Jadi Prioritas

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim

Saat Kabut Asap Menjadi Tagihan Sosial Masyarakat Kaltim